Jenis-Jenis Kursus Programming

Bima Saputra Agustus 25, 2020

Didalam era digital seperti sekarang banyak orang yang sudah paham dunia programming. Orang awam yang tidak begitu paham teknologi bahkan sudah mulai tahu istilah membuat program.

Kita dapat memaklumi sebab infrastruktur digital seperti handphone, aplikasi, internet, laptop, website dan lain-lain sudah menjangkau kehidupan sehari-hari masyarakat.  

Sejalan dengan itu, program studi ilmu komputer juga menjamur. Hampir semua universitas berusaha untuk mendirikan program studi ilmu komputer dan sejenisnya.

Karena dunia programming sekarang menjadi tren, maka peminat program studi ilmu komputer inipun menjadi banyak. Lulusan program studi IT bisa ribuan setiap tahun dari berbagai universitas di Indonesia.  

Ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak anak muda ingin menggeluti dunia programming. Pertama adalah faktor gaji, gaji programmer cukup menggiurkan bahkan bisa tembus diatas 10 juta dalam waktu sekitar tiga tahun pengalaman saja.

Kedua, untuk menggeluti profesi programmer tidak memerlukan modal yang besar, cukup modal laptop dan internet saja kita sudah bisa menjadi seorang programmer yang handal.

Ketiga, lapangan pekerjaan dalam bidang ini memang cukup banyak karena dunia ini sedang bergerak ke era digitalisasi.  

 

Lulusan Perguruan Tinggi IT Belum Tentu Bisa jadi Programmer

Tapi kondisi ini bisa berubah menjadi tidak ideal. Program studi IT pada universitas kebanyakan tidak siap untuk menghasilkan seorang programmer yang handal.

Mereka mengalami keterbatasan jumlah dosen IT karena begitu banyaknya program studi IT yang dibuka. Kualitas kurikulum yang mereka sajikan juga tidak lengkap dan cenderung selalu ketinggalan jaman.

Kurikulum yang mereka pakai juga banyak yang tidak cocok dengan kebutuhan dunia industri IT pada umumnya.

Terakhir mereka juga terlalu fokus kepada teori dan minim praktek membuat aplikasi berskala industri. Mungkin ini akibat tidak adanya komunikasi yang bagus antara dunia industri IT dengan dunia pendidikan IT pada umumnya.  

Kondisi terakhir ini dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pelatihan yang ada di Indonesia. Itulah sebabnya akhir-akhir ini banyak sekali pelatihan IT, bootcamp IT dan sejenisnya bermunculan dimana-mana.

Tugas lembaga pelatihan ini adalah sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan dengan dunia industri IT.

Target pasar mereka adalah para lulusan program studi IT yang masih belum pengalaman dalam industri IT.

Mereka mendidik para lulusan ini dengan kurikulum yang fokus dan intensif sehingga diharapkan para lulusan ini mendapatkan keahlian dan pengalaman yang lebih dalam dan lebih spesifik.  

Kursus programming ini juga banyak jenisnya, diantaranya : 

Kursus programming konvensional. 

Seperti kursus pada umumnya, kursus jenis ini diadakan didalam kelas dan dipandu oleh seorang instruktur pelatihan. Lama pelatihannya terhitung pendek, mulai dari beberapa hari sampai beberapa minggu.

Modul diberikan dalam bentuk materi pelatihan programming umum yang harus diajarkan oleh instruktur dan dipahami oleh peserta. Peserta juga diminta untuk mengerjakan tugas-tugas programming agar lebih memahami topik pelatihan.  

Kursus programming dalam bentuk bootcamp. 

Kursus programming dalam bentuk ini sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penyedia tenaga kerja IT. Kursus jenis ini diadakan menggunakan fasilitas perusahaan.

Lama pelatihan cenderung panjang, mulai dari satu bulan sampai bisa tiga bulan. Modul yang diberikan biasanya lengkap karena materi bootcamp disiapkan agar peserta bisa diterjunkan langsung kedalam proyek IT setelah kelulusan.

Peserta lebih banyak diberikan tugas programming bahkan sampai membuat aplikasi agar mendapatkan pengalaman yang lebih baik.  

Kursus programming online. 

Kursus programming jenis ini berkembang sejalan dengan perkembangan infrastruktur internet. Kursus jenis ini biasanya menggunakan fasilitas video online ataupun streaming video online.

Instruktur menjelaskan materi pelatihan secara online kemudian peserta menyimak video tersebut. Peserta memahami materi pelatihan secara online.

Peserta juga diberikan tugas-tugas programming secara online. 

Kursus Programming Memakai Sistem.  

Jenis terakhir ini adalah inovasi terbaru dari kursus programming yang sudah ada sekarang. Biasanya kursus programming ini diberikan secara online menggunakan materi video dan materi melalui website.

Peserta mengikuti dan memahami materi secara online. Kursus ini juga bisa dibantu oleh instruktur secara online.

Pada kursus jenis ini peserta diberikan ujian dan tugas secara online untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi pelatihan.

Hasil ujian atau tugas ini diperiksa melalui suatu sistem baik dengan memakai aplikasi ataupun melalui website yang disediakan oleh pihak kursus.

Kursus programming jenis ini sudah cukup banyak di luar negeri tapi masih jarang di Indonesia.

Contoh kursus programming jenis ini adalah kursus programming dari PT Nextgen Inovasi Indonesia. Kursus programming Nextgen ini diberi nama “Learning By Coding”.

Cukup banyak bahasa pemrogramman dan framework yang diajarkan, mulai dari HTML, Javascript, Java, Spring, Hibernate dan lain sebagainya.  

Begitulah sedikit penjelasan tentang jenis-jenis kursus programming yang ada sekarang ini.

Dengan semakin banyaknya kursus programming disini diharapkan kita mendapatkan banyak tenaga ahli programmer yang handal untuk memajukan industri IT di nusantara. 

 

Bima Saputra

Pemain Sandiwara Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. ziuma berkata:

    salam kenal bli Bima Saputra
    lihat gambarnya saja sudah puyeng
    saya ngak tertarik jadi programer he he he

    1. Bima Saputra berkata:

      tapi bayaran programmer gede banget lho 🙂