Hantu Bagi Para Blogger

Judulnya ngeri-ngeri sedep berharap bisa jadi artikel yang hits seperti artikel sebelumnya, yaitu hantu bagi para blogger I.

Entah apa yang melandasi muncul ide untuk nulis artikel tersebut, namun hal itu membuat dorongan untuk membahas “hantu” bagi blogger lagi.

Jika sebelumnya saya membahas hantu tersebut adalah rasa malas, maka kali ini adalah ancaman dari Ratunya search engine.

Tujuan utama dari orang membuat sebuah website dan blog adalah untuk menulis pengelamannya dan tentunya agar dibaca oleh orang lain.

Salah satu cara agar artikel yang telah ditulis itu dibaca orang lain adalah mensubmit blog ke Search engine, sebut saja Google.

Ketika artikel kita dapat diakses dan dibaca pasti hati sangat senang dengan keadaan tersebut. Tapi bisa juga sebaliknya. Malah artikel sekaligus blog kita tidak dapat di cari oleh orang lain. Ngeri banget kan.

Maka dari itu saya katakan hantunya para blogger, dan hantu itu bernama Google Sandbox.

Google sandbox adalah sebuah sistem dari Google yang akan menganggap sebuah blog atau webite itu spam. Ngeri banget, padahal sudah susah payah membuat blog yang bagus, dan menulis artikel yang original.

Eh malah dibilang spam, dan akhirnya gak bisa diakses orang lewat Google.

Saya sendiri mengalami ini. Padahal blog saya sudah menggunakan template premium, custom domain tld, dan artikel original. Bahkan setiap artikel itu lebih dari 300words.

Tapi apa boleh buat, mungkin itu ujian agar saya lebih bersabar lagi.

Setelah saya tau bahwa blog saja kena Google Sandbox, langsung saya cari tau apa sih penyebab dari Google Sandbox.

Setelah saya cari tau ternyata ada beberapa hal yang dapat menjadikan blog kita terknal penalty Google sanbox, anataranya:

Penyebab dari “Hantu” Google Sandbox

  1. Artikel yang tidak Original. 

Penyebab pertama adalah artikel yang diterbikan dalam blog itu tidak original sehingga membuat google beranggapan blog tersebut spam. Tidak berkualitas, tapi saya sendiri tidak melakukan hal tersebut, mungkin ada alasan lain yang membuat blog saya itu terkena sandbox.

 2.  Terlalu sering ping.

Emang bener kalau blog baru itu di Ping bisa membuat cepat terindex. Namun jika berleihan melakukan Ping perharinya bisa saja dianggap spam. Ketika dianggap spam itu mungkin blog kita terkena google sandbox.

 3.  Terlalu berlebihan dalam optimasi seo.

Jika kita melakukan optimasi seo pada blog, maka blog terebut akan menjadi baik reputasinya di Google. Tapi siapa sangka jika kita terlalu over dalam melakukan optimasi seo pada blog kita, malah berujung pinalty.

Over optimasi seo itu berlebihan memasang kata kunci di dalam artikel, misal kita menulis artikel cara agar cepat sukses. Nah didalam artikel itu kita kebanyakan menuliskan kata kunci tersebut.

Sehingga artikel tersebut over optimasi seo dan dianggap spam oleh Google. Dan lagi-lagi kena penalty Sandbox.

4. Backlink yang over juga.

Nah selain melakukan optimasi seo yang over, mencari backlink yang tidak berkualitas juga penyebab blog kita kena google sandbox.

Baclink yang gak berkalitas itu seperti apa?

Backlink yang gak berkualitas itu seperti link dari blog yang baru, atau blog yang tidak ada ranking nya di Google. Itu adalah cara mendapatkan backlink yang tidak berkualitas. Sehingga Google sendiri menganggap blog yang mendapat backlink dari blog tersebut adalah spam.

Dan juga penanaman backlink yang berlebihan atau tidak wajar. Jika kita sering berkomentar di blog orang lain maka itu akan mendatangkan sebuah backlink itu blog kita.

Tapi jika kita lakukan hal tersebut banyak kali dalam seharinya, itulah yang dinamakan penanaman backlink yang over. Sehingga membuat Google beranggapan kita telah melakukan spam.

Untuk mengatasi Hantu Google Sandbox ini mungkin tidak terlalu susah.

  1. Hentikan aktivitas nyepam.

Jika diuraikan penyebab Google Sandbox diatas adalah aktivitas spam, atau over perharinya. Maka untuk mengatasi masalah ini adalah hentikan aktivitas nyepam.

Lakukan optimasi seo sewajarnya saja, seperti apa optimasi yang wajar itu. Berikut penjelasan Optimasi agar artikel page one simpel.

2. Update secara rutin.

Walaupun blog kita terkena sandbox jangan pernah bosan untuk update konten, dan usahakan konten yang orignal. Jangn pernah coba-coba untuk copas mentas-mentah artikel orang lain. Tapi untuk mencari referensi diperbolehkan untuk mencari di Internet.

Buat Google beranggapan bahwa konten yang kita buat itu adalah koten yang berkualitas.

3.  Hentikan menanam backlink yang berlebihan dalam jangka waktu dekat.

Misal perhari itu jangan sampai lebih dari 2 nyari backlink. Tujuannya agar gak di anggap perilaku spam oleh Google.

4. Update atau Submit ulang sitemap di Search Console. 

Setelah semua cara diatas, maka sangat disarankan untuk update ulang sitemap.xml di Search Console. Ini bertujuan agar blog kita di InDex ulang oleh Google.

Nah mungkin itu saja hantu yang ngeri banget bagi para blogger dan cara mengatasinya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Tinggalkan komentar