Benarkah Anda Mau Jadi Programmer?

Bima Saputra September 15, 2020

Tulisanlobak.com – Profesi tenaga ahli IT sekarang ini memang sedang banyak digemari. Universitas bahkan sampai SMK banyak membuka jurusan IT. Memang dunia sekarang sedang berubah kearah digitalisasi sehingga pekerjaan dalam bidang IT berkembang sangat pesat.

Pekerjaan dalam bidang IT sangat banyak dan beragam, mulai dari ahli multimedia, ahli perancangan sistem, ahli pengaturan proyek, ahli pengetesan, ahli coding dan lain sebagainya.

Salah satu jenis tenaga ahli IT adalah ahli coding, atau yang biasa disebut dengan istilah programmer. Ada sebagian orang yang masih berpikir ahli IT itu hanya programmer, terutama dikalangan anak-anak muda.

Profesi programmer terlihat cukup menjanjikan karena biasanya seorang programmer ini terlihat pintar.

Memang programmer itu bisa dibilang pintar sebab untuk menjadi programmer anda harus mahir memberikan perintah kepada alat yang sangat  pintar juga, yaitu komputer. Mana mungkin alat pintar ini dapat diperintah oleh seorang yang tidak pintar juga, tidak mungkinkan ?. 

Tapi dalam perkembangannya banyak diantara anak-anak muda yang ingin menjadi programmer tapi justru gagal dalam karirnya. Banyak lulusan universitas jurusan IT yang malah bekerja dibidang diluar IT.

Sebagai contoh banyak lulusan jurusan IT yang justru bekerja sebagai admin kantor, admin gudang, staf bank, sales barang, bidang telco, sales asuransi dan lain sebagainya. Kenapa ini bisa terjadi ?.

Umumnya karena mereka ini tidak pernah tahu pekerjaan programmer itu seperti apa dan menuntut mereka jadi seperti apa. Kesalahan ini membuat mereka menjadi keliru memilih jurusan IT dan gagal dalam berkarir sebagai programmer.  

Karena itu kali ini kita akan membahas sebenarnya menjadi programmer itu seperti apa sih ? Apakah benar anda cocok untuk menjadi seorang programmer ?. 

Pekerjaan Programmer Selalu Berubah 

Secara garis besar ada dua jenis pekerjaan didunia ini, yang berulang-ulang (repetitive) dan selalu berubah (inovative).

Contoh pekerjaan yang berulang-ulang adalah kasir, seorang kasir melakukan hal yang sama dari waktu ke waktu. Mulai dari pagi hari menghitung uang sisa transaksi kemaren, kemudian menerima pembayaran pembeli, memberikan uang kembalian dan melakukan closing pada petang hari.

Begitu seterusnya selama dia masih menjadi kasir. Biasanya kasir hanya perlu ditraining sekali, setelah itu dia akan bisa menjadi kasir selamanya.

Programmer bukan pekerjaan repetitive tapi pekerjaan yang menuntut perubahan selalu dari waktu ke waktu. Pekerjaan anda hari ini belum tentu sama dengan besok, pekerjaan bulan ini gak akan sama dengan bulan depan dan seterusnya. Selalu berubah dari waktu ke waktu dan menuntut anda untuk berinovasi.  

Jadi kalau anda orang yang tidak suka pekerjaan yang berubah-ubah mending jangan jadi programmer. 

Programmer Selalu Belajar Sampai Mati 

Seorang kasir hanya perlu ditraining sekali untuk melakukan pekerjaannya, setelah itu mungkin hanya perlu penambahan pengetahuan sedikit-sedikit.

Seorang programmer dituntut belajar setiap hari sampai akhir hayatnya. Pola belajar programmer bisa melalui lembaga training. Nextgen contohnya memberikan kursus programming online untuk para programmer.

Tapi tidak semua perusahaan atau individu juga mempunyai budget untuk pelatihan. Konsekuensinya seorang programmer harus mampu belajar sendiri secara otodidak setiap hari. 

Nah apakah anda seorang yang suka belajar hal-hal baru sepanjang hidup ?. Kalau tidak maka anda tidak usah berpikir menjadi seorang programmer. 

Programmer Biasa Lembur 

programmer lembur

Seorang pegawai administrasi kantor biasanya bekerja teratur setiap hari, masuk jam 8 pagi, selesai jam 5 sore.

Misalnya teller bank atau kasir swalayan, mereka bekerja dalam waktu yang sudah ditentukan. Programmer tidak seperti mereka, jam kerja programmer sangat fleksibel, bisa dimulai jam 11 siang, tapi berakhir jam 11 malam.

Bisa juga kalau sedang dikejar deadline, masuk jam 8 pagi, pulang jam 8 pagi besok hari. Tidak jarang programmer melakukan bug fixing pada hari libur atau akhir pekan, kalau memang ada kasus atau kesalahan yang terjadi pada sistem dan harus diperbaiki saat itu juga.  

Nah anda suka lembur atau tidak ? Apakah anda bisa mengikuti pola jam kerja yang tidak beraturan ? Kalau tidak ya jangan jadi programmer. 

Programmer Biasanya Susah Masuk Manajemen 

Banyak pekerja yang ingin masuk ke jajaran manajemen, misal bermimpi menjadi seorang manajer, seorang vice presiden atau direktur perusahaan.

Yang perlu anda ingat, karir seperti itu adalah karir yang menuntut anda bisa mengatur orang lain dan ada politiknya juga. Pekerjaan programmer adalah pekerjaan yang mengatur komputer bukan mengatur orang lain.

Anda bisa saja jadi programmer sampai tua, banyak kejadian seperti itu. Sebab apabila anda fokus kedalam karir programmer maka belum tentu kemampuan manajerial dan leadership anda terasah.

Agar bisa masuk kedalam jajaran manajerial anda harus sedikit berbelok arah kelevel profesi leadership yang masih berhubungan dengan programmer. Seperti contoh team leader kemudian menjadi manajer proyek.

Tapi apakah itu menjamin anda bisa menjadi seorang vice presiden atau direktur perusahaan? Jawabannya tidak juga, sebab jalur karir seperti itu menuntut leadership dan kemampuan berpolitik yang lebih besar. 

Jadi, apakah anda mau jadi seorang pemimpin perusahaan atau mau fokus ke bidang teknis ?  

Sekian dulu artikel kali ini, apabila setelah anda membaca point-point diatas dan anda semakin yakin untuk menjadi seorang programmer ada baiknya anda mencoba kursus programming dari Nextgen.

Kursus programming Nextgen sangat membantu para calon programmer untuk menjadi seorang programmer yang handal. 

 

Bima Saputra

Pemain Sandiwara Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Bima berkata:

    Terimakasi sudah membaca